Breaking News

Ad Diriyah, Kota Kuno Arab Saudi yang Bangkit Kembali

Dalam dua tahun terakhir, nama Ad Diriyah semakin sering kita dengar, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan Saudi Arabia. Apalagi setelah kota di barat laut Riyadh ini jadi lokasi pengumuman pemberian visa wisata untuk 49 negara pada awal September 2019 silam. Adi Diriyah memang bukan sembarang tempat karena menyimpan sejarah besar dan panjang yang membentang ribuan tahun silam.

Sebelum dipugar dan direkonstruksi menjadi kota modern yang siap dibuka pada 2020 nanti, Ad Diriyah adalah reruntuhan kota besar di masa silam. Seperti halnya Acropolis di Athena, Yunani atau Colosseum di Roma, Italia, Ad Diriyah adalah jantung peradaban Arab sejak abad ke-15. Kota ini menjadi titik temu para pedagang dari Asia, Afrika dan Eropa di masa lalu. Bahkan, kota ini pernah menjadi tujuan ekspedisi 30 tentara mulsim pada tahun 6 Hijriah.

Layaknya kota kuno di semenanjung Arabia, seluruh bangunan di Ad Diriyah terbuat dari bata dan lumpur. Gerbang dan benteng pertahanan pun terbuat dari bata dan lumpur. Konstruksi bangunan seperti inilah yang kembali mewarnai Ad Diriyah di masa depan. Benteng dan rumah-rumah kono dari bata dan lumpur menjadi penanda tentang kota kuno ini. Di sinilah dibangun Istana Salwa, museum terbuka dan tertutup, dan sejumlah warisan sejarah lainnya.

Istana Salwa memiliki luas 5.000 meter persegi dan menjadi bangunan tunggal terbesar di Ad Diriyah. Ada tujuh unit arsitektur yang dibangun bertahap, mulai zaman Pangeran Muhammad bin Saud bin Muqrin, pendiri negara Saudi pertama pada 1744. Ad Diriyah pun menjadi ibu kota Kerajaan Arab Saudi yang pertama, pada periode tahun 1744-1818. Imam Mohammad bin Saud bin Muqrin adalah pendiri dan raja pertama Saudi Arabia.

Ad Diriyah hancur setelah diserbu pasukan Kerajaan Ottoman pada 1818. Dinasti Ottoman di Turki menyerang setelah Saudi melakukan invasi terhadap Makah dan Madinah, dua kota suci umat Islam. Reruntuhan Ad Diriyah terbagi atas tiga wilayah yakni Ghussaibah, Al-Mulaybeed, dan Turaif yang didominasi bangunan dari bata dan lumpur. Arab Saudi berusaha membangun kembali kerajaannya pada 1824 dan memindahkan ibu kota ke Riyadh pada 1902.

Kini, Ad Diriyah akan dibangkitkan kembali menjadi destinasi wisata terbesar dengan sentuhan budaya lokal masyarakat Arab masa silam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *