Breaking News

Akibat Sombong dan Meremehkan Putaran Tawaf

Begitu melihat Kabah dari dekat, jamaah haji dari satu kabupaten di Jawa Timut ini langsung bergumam. “Aku pasti kuat tawaf karena ukuran Kabah hanya segini,” katanya. Dia sangat yakin mampu memutari Kabah tujuh sebanyak putaran selama tawaf karena sudah terbiasa berlari keliling alun-alun di kotanya hingga 5 kali. Keyakinan itu dia ucapkan sebelum shalat subuh dan menjelang waktu dhuha, dia sudah bersiap melakukan tawaf.

Pada putaran pertama dan kedua dia semakin yakin sanggup memutari Kabah lebih cepat. Tapi, memasuki putaran ketiga, dadanya mulai terasa sesak. Nafasnya tersengal-sengal sehingga dia harus berhenti sementara waktu. Sambil memaksakan diri dan berjalan pelan, dia akhirnya bisa menyelesaikan tawaf dan langsung rebahan di pojok Masjidi Haram. Saat merenung, dia mulai merasa malu dengan ucapannya sendiri. “Ternyata aku sudah berbuat sombong,” katanya.

Di pojokan masjid dia bersujud, beristighfar memohon ampunan Allah. Dia berjanji tidak akan lagi menyombongkan diri, apalagi selama berada di Tanah Suci. Dia yakin Allah memberinya ampunan. Esok hari, dia kembali bertawaf. Tidak ada lagi sesak nafas seperti sedang memikul beban teramat berat. Dia pun berikrar untuk menghindari sikap sombong dalam kondisi apa pun. Terlebih setelah pulang beribadah haji nanti.

Beginilah cara Allah menegur para tamu Tanah Suci yang masih memiliki sifat sombong dalam dirinya. Teguran kecil ini karena Allah sayang pada hamba-Nya yang sudah jauh-jauh datang ke Tanah Haram tapi masih membawa sifat yang tidak baik. Sebagai tamu, sudah seharusnya para jamaah haji dan umrah menjaga hati, pikiran, dan perasaan agar terhindari dari semua larangan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *