Breaking News

Empat Orang Ini Tahu Nabi SAW Sembunyi di Gua Tsur

Rencana Nabi Muhammad hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi terdengar oleh kaum kafir Quraisy yang membuat mereka murka. Dalam pikiran mereka, jika Nabi SAW sukses berdakwah di Yatsrib (Madinah) maka, jalur perdagangan mereka menuju Syam bisa terganggu. Karena itu, rencana hijrah ini harus digagalkan.

Setiap suku dari Bani Quraisy mengirimkan pemuda terbaik untuk membunuh Nabi SAW. Tapi, atas kuasa Allah, rencana pembunuhan ini gagal karena para pemuda yang mengepung rumah Nabi SAW tertidur pulas sehingga Nabi SAW dan Abu Bakar bisa melarikan diri menuju Jabal Tsur.

Jabal Tsur adalah bukit kecil yang terletak 6 kilometer di selatan kota Makkah. Di puncak bukit yang tandus dan kering ini ada gua kecil yang dikenal dengan Gua Tsur. Rencana pelarian ini ternyata sudah diatur oleh Nabi SAW.

Di malam pelarian, Nabi SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk tidur di kamarnya dengan memakai jubah hijau milik Nabi. Sosok yang tidur di kamar ini yang dikira Nabi SAW oleh para pemuda Quraish yang mengepung rumahnya sehingga mereka tinggal menentukan waktu untuk mengeksekusi Nabi SAW.

Dalam merencanakan pelarian ini, Nabi SAW dan Abu Bakar hanya memberitahu kepada orang terdekatnya. Mereka adalah anak Abu Bakar yakni Abdullah bin Abu Bakar dan kedua putrinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira.

Abdullah ditugaskan tetap berada di tengah Quraisy untuk mencari semu ainformasi pemufakatan mereka terhadap Nabi SAW. Di malam hari, Abdullah mendatangi Gua Tsur untuk menyampaikan pemufakatan kaum Quraisy kepada ayahnya dan Nabi SAW.

Sedangkan Amir bertugas menggembalakan kambing-kambing milik Abu Bakar di pagi hari dan memerah susunya di sore hari dan menyiapkan daging. Susu dan daging inilah yang dibawa oleh Amar untuk diberikan kepada Nabi SAW dan Abu bakar yang bersembunyi di Gua Tsur.

Untuk menghapus jejak perjalanannya, Amar membawa kambing gembalaan agar tidak dicurigai oleh kaum Quraisy. Amar datang ke Gua Tsur bersama Abdullah pada malam hari. Karena itu, meski bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari, Nabi SAW tetap bisa memantau informasi maupun pemufakatan kaum Quraisy.

Selain menjadi tempat persembunyian, Gua Tsur juga menjadi saksi latar belakang peristiwa turunnya surat At Taubah ayat 40 tentang pertolongan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *