Breaking News

Membangun OTA Umrah Menggunakan Layanan SaaS

Sejak layanan umrah dibuka secara bertahap oleh Saudi Arabia pada November 2020, diskusi tentang online travel agent (OTA) umrah semakin menghangat. Salah satu pemicunya adalah implementasi Maqam, GDS umrah yang dapat diakses oleh OTA untuk kebutuhan perjalanan umrah individu dan group. Bagi operator umrah di Indonesia, kebijakan ini dipandang sebagai peluang dan tantangan. Karena itu, diskusi tentang pemberdayaan operator umrah di era digital paling sering dibahas. Salah satu fokusnya bagaimana travel umrah dapat beradaptasi dengan teknologi sampai membangun OTA umrah untuk perusahaan sendiri maupun organisasi.

Bagi operator umrah, membangun OTA sendiri perlu pertimbangan yang benar-benar matang. Selain biaya pengembangan yang mahal, waktu yang dibutuhkan juga lama. Belum lagi untuk operasional dan pemeliharaan sistemnya. Apalagi kalau OTA itu mengotomasi seluruh proses bisnis mulai pembuatan paket umrah, pendaftaran, pembayaran, dan lainnya yang terintegrasi dalam satu sistem. Jadi, bukan sekadar tampil online di website, namun proses di belakangnya masih manual yang membuatnya tidak efisien. Agar operator umrah tetap fokus pada bisnis, kebutuhan teknologi dapat dipenuhi dengan model layanan SaaS (Software as a Service).

SaaS adalah perangkat lunak yang dijadikan sebagai layanan yang bersifat online dan berbasis komputasi awan (cloud). Dengan layanan SaaS, operator umrah tidak perlu mencari provider teknologi, menyiapkan infrastruktur serta perangkat, membuat model bisnis, sampai urusan teknis lainnya agar dapat memiliki OTA umrah. Operator umrah cukup menggunakan sistem OTA umrah milik pihak lain yang memang menyediakan layanan SaaS. Bentuk kerjasamanya disesuaikan dengan kebutuhan operator umrah dan ketersediaan fitur di layanan Saas. Salah satu pihak yang punya sistem OTA umrah dan menyediakan layanan SaaS adalah Alihram

Alihram adalah marketplace umrah yang dikembangkan pada tahun 2020 dengan konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan umrah terbaru. Alihram rencananya dikenalkan kepada publik pada 2021. Marketplace ini dibangun di atas NEXTPLATFORM, yakni platform digital yang telah digunakan di banyak industri. Dengan teknologi ini, operator umrah memiliki beberapa pilihan dalam menggunakan layanan Alihram. Pilihan pertama, travel umrah menjual paket umrah di marketplace Alihram. Pilihan kedua, menjual paket umrah di Alihram dan memiliki website sendiri yang menggunakan engine Alihram untuk pengelolaan umrah.

Pilihan ketiga, membangun OTA umrah menggunakan engine Alihram dengan layanan SaaS. Operator umrah cukup membuat model bisnis yang diinginkan untuk diaplikasikan di sistem OTA umrah yang akan dioperasikan. Operator umrah juga dapat menggunakan OTA ini untuk pengembangan market melalui agen dan reseller. Pengelolaan layanan dari mereka dilakukan dalam satu sistem yang terintegrasi sehingga lebih mudah dipantau. Urusan administrasi yang biasanya rumit, akan jauh lebih mudah jika pengelolaannya diotomasi. Untuk memiliki OTA ini, operator umrah tidak lagi direpotkan dengan urusan teknis.

Membangun OTA umrah dengan layanan SaaS ini adalah pilihan rasional. Apalagi bagi operator umrah yang skala bisnis cukup besar, kantor cabang di banyak kota, maupun agen dan reseller. Bahkan, pilihan ketiga juga layak dipertimbangkan oleh asosiasi penyelenggara umrah maupun kelompok atau komunitas lain yang ingin menyelenggarakan umrah. Selain hemat biaya, waktu development juga lebih cepat, tidak butuh banyak infrastruktur, pemeliharaan perangkat yang sangat minim, dan lain-lain.

Menyediakan layanan SaaS ini adalah ikhtiar untuk mendukung operator umrah dalam proses transformasi dan adopsi teknologi digital. Karena itu, masukan dan usulan dari para operator umrah akan menjadikan ikhtiar ini semakin bermanfaat. Jika Anda punya saran, pertanyaan, atau ketertarikan, silakan menghubungi kami di email: info@dcnlink.com.