Breaking News

Saudi Arabia Akan Terus Digitalisasi Layanan Umrah

Sejak 21 Oktober 2020, Saudi Arabi punya hajatan besar di bidang teknologi yakni Global AI (Artificial Intelligence) Summit 2020. Hajatan global ini menandai langkah besar Saudi Arabia di bidang transformasi teknologi yang terasa sejak beberapa tahun terakhir. Salah yang paling merasakan adalah pemangku kepentingan di layanan umrah dan haji.

Dalam dua tahun terakhir, Saudi Arabia memang gencar melakukan digitalisasi layanan haji dan umrah. Setelah pengajuan visa dilakukan secara online, item lain menyusul seiring penerapan Maqam sebagai Global Distribution System untuk umrah. Semua kebutuhan umrah dilakukan online menggunakan teknologi digital agar dapat terkoneksi dengan Maqam.

Kebijakan digitalisasi ini tentu ada penyebabnya. Sejak Saudi Arabia menetapkan Visi 2030, digitalisasi adalah jalan yang harus ditempuh. Teknologi digital adalah tulang punggung untuk pengembangan masa depan Saudi. Hal ini ditegaskan oleh Esam Elgawait, CEO National Digital Tansformation Unit (NDTU) yang didirikan pada 2017. NDTU dibentuk oleh Saudi Arabia untuk memandu dan menentukan teknologi yang digunakan dalam digitalisasi ini. 

Sejak Visi 2030 ditetapkan, Saudi ditargetkan menjadi Digital Hub untuk kawasan regional dan menjadi Digital Nation, Society, and Economy pada 2027. Untuk mencapai target itu, ada 3.500 layanan publik yang harus didigitalisasi sampai tahun 2023. Ada empat bidang prioritas yang disasar yakni Pendidikan, Kesehatan, Smart Cities, dan E-commerce. Digitalisasi bukan sekadar online di website, tapi harus terhubung dengan semua pemangku kepentingan. 

Beberapa kementerian sudah mendigitalisasi layanannya. Kementerian Kehakiman termasuk yang paling awal bersama Kementerian Pariwisata. Begitu juga layanan rumah sakit, sekolah, dan smart cities yang diterapkan di Riyadh. Perusahaan milik negara, cepat atau lambat harus melakukan transformasi digital. Kebijakan ini diambil karena digitalisasi terbukti menghemat anggaran operasional kementerian dan perusahaan dalam jumlah signifikan. 

Dengan target ini, tidak mengherankan kalau digitalisasi layanan umrah dan haji terus berjalan sampai sekarang. Pandemi Covid-19 benar-benar dimanfaatkan oleh Saudi untuk mempercepat digitalisasi layanan umrah. Sudah ada 30-an perusahaan dalam dan luar negeri yang disetujui terhubung dengan Maqam, 200 perusahaan dalam proses review, dan 700 perusahaan lainnya dalam proses administrasi.

Terhubung dengan Maqam tentu memberikan peluang menjanjikan, termasuk untuk entitas dari Indonesia. Syaratnya, harus memenuhi persyaratan regulasi dan teknologi. Untuk aspek teknologi, teknologi NextPlatform yang digunakan oleh DCNLINK dan Alihram sebagai marketplace umrah adalah teknologi terbaru yang memenuhi standard global dalam transformasi digital. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *